Advertisements

tips tambal ban tubeless sendiri

18 08 2011

Musim mudik tiba, banyak orang melakukan suatu perjalanan, entah itu perjalanan darat laut atau pun udara, nah saya mau berbagi sedikit tips nih bagi yg berkendara darat. Terutama yg memakai ban tubeless.

 

Jika waktu di perjalanan tiba2 ban kempes karena terkena paku atau benda lancip semacamnya. Kita harus mengganti ban yang bocor dengan ban serep dan membawa ke bengkel untuk menambalnya. Apakah ‘penderitaan’ kita berakhir? Jawabnya adalah: Ya, karena kini ‘penderitaan’ itu berlanjut ke ban kendaraan kita!

Apa yang dilakukan oleh tukang tambal ban? Ban yang tadinya utuh sekarang ditusuk dengan alat tusuk yang sebesar jari kelingking. Ban yang tadinya bocor hanya seujung jarum, dibuat bolong seperti mulut pipa. Wow, kiamatlah sudah nasib ban mobil kita. Maklumlah, karena yang ditambal adalah ban berjenis tubeless alias tanpa ban dalam.

Setelah dilubangi, tali serabut disumbatkan ke lubang ban dengan regangan yang cukup potensial untuk semakin merusak ban. Mulai dari bahan karetnya, anyaman benangnya sampai anyaman kawatnya dibuat sobek dan putus berantakan, sehingga ban kita menjadi semakin lemah. Inilah bentuk kiamat dari ban kita setelah membayar ongkos tambal 8 – 10 ribu perak.

Untuk pertama kalinya tambalan mungkin masih bisa bertahan selama beberapa minggu atau bulan. Tapi jika bocor lagi di titik yang sama, yang pasti tak bisa lagi disumbat dengan tali serabut itu. Yah, terpaksa harus menggunakan ban dalam.

Dengan sedikit usaha dan lem karet, Anda bisa menghindari kerusakan yang lebih parah serta memperpanjang usia ban mobil Anda. Pompa ban mobil Anda sampai penuh udara, lalu putar perlahan sambil menyiram permukaannya dengan air. Setelah tampak gelembung udara pertanda adanya lubang, lingkari daerah bocor tersebut dengan cat atau sejenisnya sebagai penanda.

Kempeskan ban dan cuci hingga bersih daerah sekitar lubang, bocor itu lalu dilap dengan lap kering. Setelah kering benar, tetesi lubang dengan lem karet merk apapun, sehingga lem meresap ke dalam lubang. Bantulah peresapan lem ke dalam ban dengan menusuk-nusukkan benda lancip seperti peniti atau paku kecil yang bersih ke dalam lubang, lalu tunggu kering selama beberapa menit.

Langkah terakhir, pompa ban hingga penuh udara dan siram perlahan dengan air ke lubang yang telah ditambal, untuk memastikan bahwa lubang telah tertambal dengan baik. Lakukan proses penambalan, dari awal hingga akhir dengan sangat cermat dan hati-hati, agar Anda tak perlu mengulangnya jika terjadi kegagalan.

 

Beberapa keunggulan dari model penambalan seperti ini adalah:

(1)   Kuat dan anti gagal. Daya adesif atau daya rekat lem karet lebih tinggi dibanding daya kohesif karet sendiri. Jadi titik ini menjadi lebih kuat daripada bagian yang lain. Tidak ada bagian yang mungkin copot atau terpental, karena hanya menggunakan lem. Apalagi bagian yang ditambal adalah lubang yang sangat kecil.
(2) Tidak terjadi pelemahan sedikitpun pada jaringan ban.
(3) Tidak menambah massa yang mempe­nga­ruhi balancing alias keseimbangan.
(4) Tidak akan pernah membutuhkan ban dalam sepanjang umur ban. Menggunakan ban dalam menambah biaya, menambah rumit setting roda, keandalan yang lebih rendah dan risiko kegagalan yang jauh lebih tinggi.
(5) Tidak tergantung pada orang lain dan tukang tambal ban maupun alat-alat yang lebih rumit yang bisa merusak fisik ban.
(6) Kondisi ban tetap utuh, seolah-olah ban tidak pernah mengalami bocor. Tidak merusak jaringan karet, benang dan kawat ban.

semoga bermanfaat :mrgreen:

 

 

(sumber : manualbookmobil.com)

Advertisements

Actions

Information

5 responses

18 08 2011
cafebiker

sip

18 08 2011
ki demang

:mrgreen:

6 04 2012
kelapahijau

Mas lem karet nya itu merk apa ya misalnya.. apa sejenis castol atau aibon, atau pakai yang sejenis alteco bisa nggak ya…
Trims

9 04 2012
kidemang soegax

lem yg bersifat karet masbro, seperti aibon atau castol
cmiiw :mrgreen:

28 05 2012
ant

apa bisa tahan sama panas..?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: